Perkembangan Menjelang Piala Dunia 2014 dan Kemunduran Sepak Bola Indonesia

World Cup 2014

Walaupun impian Indonesia untuk dapat mengikuti ajang bergengsi Piala Dunia 2014 sudahlah pudar, namun demikian ini tetap saja tidak menghapuskan animo masyarakat Indonesia khususnya untuk yang hobi judi bola dan para agen judi bola untuk dapat menyaksikan berbagai pertandingan antar Negara-negara dengan tim sepak bola yang luar biasa. Piala Dunia 2014 yang akan datang merupakan pertandingan yang kedua puluh yang selama ini telah berhasil dilaksanakan dengan suksek oleh FIFA. Memang jika kita membicarakan perkembangan sepak bola dunia, maka tidak akan ada habisnya. Sayangnya untuk tim-tim sepak bola yang ada di Indonesia, bukan perkembanganlah yang terjadi selama setahun belakangan ini. Bukan saja kita gagal meraih prestasi di kalangan internasional, kita sendiri belum dapat memiliki satu organisasi yang bisa menjadi wadah perlindungan para tim sepak bola karena terjadinya perpecahan di badan PSSI sehingga menjadi dua, PSSI dan KPSI. Belum lagi ditambah dengan berita-berita buruk mengenai kematian seorang mantan pemain sepak bola asing tim dari Solo karena tidak ketidakmampuannya membayarkan biaya pengobatan yang dikarenakan gajinya yang belum pernah terbayarkan. Dalam menghadapi hal-hal seperti ini, tidak banyak yang dapat dilakukan pemerintah kita karena memang badan sepak bola harus berdiri sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Kita hanya bisa mengharapkan  bantuan dari FIFA untuk pencarian solusi. Sayangnya jika sampai FIFA turut campur dalam masalah ini, Negara kita mungkin saja akan mendapatkan sangsi. Sangsi terburuk yang mungkin terjadi adalah degredasi. Dan jika kedua kubu tersebut tidak juga dapat menentukan siapa yang akan menjadi ketua dan kembali bernaung pada satu organisasi, maka kita hanya perlu menunggu sangsi yang akan dijatuhkan kepada kita.

Yang terpilih jadi tempat pertandingan Piala Dunia 2014 adalah Negara Brazil. Kesempatan yang akan datang adalah kesempatan kedua bagi Brazil untuk dapat melaksanakan Piala Dunia setelah Piala Dunia tahun 1950. Pada tahun 1950. Brazil merupakan Negara kelima yang terpilih untuk menyelenggarakan ajang bergengsi tersebut oleh FIFA setelah sebelumnya terpilih Negara seperti berbagai Negara di Eropa seperti Itali, Jerman, Perancis serta Meksiko. Melihat animo masyarakat Indonesia yang luar biasa, dua buah stasiun televisi local telah membeli lisensi Piala Dunia 2014 supaya dapat menyiarkan semua pertandingannya secara langsung. Castelao  Arena merupakan stadium tempat dibukanya Piala Dunia 2014. Stadium ini terletak di kota Fortaleza di bagian timur laut Brazil. Sedangkan satu stadium lagi yang baru akan dibuka beberapa hari mendatang, Mineirao Stadium di Belo Horizonte, merupakan dua stadium terpilih untuk dapat melaksanakan pertandingan –pertandingan tersebut. Memang kualifikasi FIFA untuk tempat dilaksanakannya pertandingan-pertandingan bagi berbagai tim terkemuka dunia ini sangatlah tinggi. Kedua venue yang baru saja dibangun ini akan dipergunakan untuk mengadakan Piala Konfederasi serta persiapan untuk Piala Dunia mendatang. jadwal pra piala dunia 2014 Castelao Arena baru saja diresmikan pada tanggal 17 Desember 2012, langsung oleh Presiden Brazil, Dilma Rousseff. Ia mengatakan bahwa keberhasilan atas berdirinya stadium internasional tersebut merupakan hasil kerja keras banyak pihak untuk dapat berhasil menjadi tuan rumah bagi Piala Dunia yang akan datang. Stadion yang luar biasa tersebut berhasil dibangun dengan meghabiskan dana sebesar US$ 249,18 juta atau sama dengan Rp, 2,3 trilliun. Sungguh angka yang luar biasa dan pastinya Negara kita belum bisa melakukannya. Stadion ini dapat menampung sebanyak 67.000 penonton dan akan pertama kalinya dipergunakan pada tahun 2013 mendatang selama musim Piala Konfederasi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>